RSS

Duyung

Yee, mumpung lagy mood nulis, eh, ngetik maksudny. . Lanjut aja ni ngpost d blog. .

Klo postingan lalu ada sedikit info ttg "Tikus, Mencit, dan Cucurut", kali ini saya mencoba cari tau ttg: Dugong, atau yang lebih dikenal di Indonesia sbg Duyung. .

Pasti gag asing lagi nama it unt tman2 bkn. . ? Dan, setiap mendengar namany, cerita unik yang selalu terbayang, namun sayangnya sering salah paham. .

Gag jauh2 dari "Tikus, Mencit, dan Cucurut" yang lalu, spesies ini pun saya "temui' selama KKL lalu. .Bedanya, klo wktu it "Tikus, Mencit, dan Cucurut" yang saya temui sudah almarhum alias dalam bentuk awetannya saja, klo Dugong ini saya lihat dalam keadaan hidup, karena saya melihatnya di salah satu akuarium di Sea World (ud gede, baru maen k Sea World???hahah)


Waktu it, d kolam tsb, saya melihat 2 dugong, yang satu jantan, dan yang satu betina. .Kata mas pemandu (klo gag salah inget namanya ms Ayi, lulusan IPB), si dugong jantan lebih muda dari si dugong betina, padahal keduanya "suami-isteri" loh. .Terang saja teman2 berkomentar : wah dugongny suka yg berondong y, wkkk. . Haish, sudah2, kmbali k spesiesnya. .



Duyung yang ini adalah sejenis ikan atau tepatnya mamalia laut yang bernama latin Dugong dugon. Dan bukan seorang putri cantik berambut panjang dengan kaki yang dapat berubah menjadi ekor ikan setiap kali kena air, yang kita kenal dalam dongeng Putri Duyung.
Duyung, seperti mamalia laut lainnya, meskipun hidup di dalam air tetapi ikan duyung bernafas dengan paru-paru dan menyusui anaknya. Sayangnya, binatang inipun makin hari makin langka.
Ikan duyung dalam bahasa Inggris dikenal sebagai dugong atau sea cow. Dalam bahasa ilmiah (latin) mamalia yang hidup di air ini disebut sebagai Dugong dugon. Binatang yang bisa ditemui hampir di seluruh pesisir Indonesia ini termasuk binatang yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999.
Diskripsi. Ikan duyung mempunyai tubuh yang besar. Panjang badan Duyung dewasa sekitar 2,5-3 meter dengan berat 225-450 kg. Kulit Duyung (Dugong dugon) tebal, keras dan licin dengan warna abu-abu agak kebiruan.
Duyung memiliki kepala yang bulat dengan mata kecil dan lubang hidung di bagian atas moncong. Memiliki bulu yang terletak di bibir atas yang berguna untuk membantu menemukan makanan. Penglihatan duyung terbatas tetapi memiliki pendengaran yang tajam.
Duyung lebih banyak aktif di malam hari (nokturnal) terutama untuk mencari makanan berupa berbagai tumbuhan laut seperti rumput laut, lamun dan akar-akar tanaman lainnya.
Sebagaimana mamalia laut lainnya duyung (Dugong dugon) hidup berkelompok dengan anggota antara 5-10 ekor yang terdiri dari induk betina, duyung jantan dan anaknya meskipun terkadang menyendiri. Duyung termasuk binatang yang setia dengan pasangannya dan bersifat monogami.
Duyung mampu hidup hingga berusia 70 tahun. Namun perkembangbiakan ikan ini sangat lambat. Biasanya seekor duyung beranak dalam interval 3-7 tahun sekali dengan melahirkan seekor anak dalam setiap satu periode kehamilan.
Truz, sebenarny putri duyung it ad gag siy y. .??
Klo kata ms pemandu, awalny, cerita it berasal dari Sulawesi/Kalimantan (mav, saya sedkit lupa). .Konon, ada sepasang suami-isteri (tanpa putra/putri), keduanya sedang berada di tepi sungai (sebuah perairan). Kemudian, karena suatu alasan, sang suami terpaksa meninggalkan isterinya selama beberapa menit. Namun, tak dinyana, saat sang suami kembali ke tempat sang isteri menunggu, ia tak melihat isterinya lagi, melainkan ia dapati seekor duyung yang menampakkan kepalanya ke air dengan kedua mata yang (terlihat) mengeluarkan air mata. Kontan, sang suami mengganggap ikan (duyung) tsb adl isterinya  yang cantik jelita yang tenggelam dan menangis. Karena hal tsb, krena rasa bersalahnya, sang suami selalu rajin mengunjungi tempat tersebut untuk bertemu dan melihat keadaan duyung it. .Sejak saat itulah masyarakat setempat percaya, bahwa duyung-duyung yang hidup saat ini adl keturunan putri cantik yang merupakan seorang isteri.
Lanjut kata ms pemandu, memang kedua mata seekor duyung seperti mengeluarkan air mata, hal itu dilakukan sang duyung untuk menjaga kelembaban matany, karena habitatny qn air ..
Sementara it, ternyata, ada banyak versi cerita tentang legenda duyung, seperti ini misalnya: 
Cerita tentang ikan duyung atau puteri duyung pertama kali ditemukan di Assyria. Cerita itu berkisah tentang Dewi Atargatis, Ibu dari ratu AssyriaSemiramis. Dewi Atargatis jatuh hati pada seorang gembala, yang kemudian terbunuh olehnya. Karena malu, ia menceburkan diri ke danau untuk mengubah diri menjadi ikan. Namun, air tidak bisa mengubah dirinya sepenuhnya karena ia masih memiliki kekuatan sebagai seorang Dewi. Akhirnya, hanya separuh tubuhnya yang menjadi ikan.
Legenda Yunani yang terkenal menceritakan bahwa puteri duyung adalah Thessalonike, adik Alexander Agung yang berubah menjadi duyung setelah meninggal. Dia hidup setelah mati sebagai puteri duyung di laut Aegea, dan selalu menanyakan nasib kakaknya.



Beberapa makhluk legendaris yang karakternya mirip puteri duyung juga ditemukan di beberapa negara, seperti: Mami Wata dari Afrikabarat dan tengah; Russalki (Rusalka) dari Rusia dan Ukraina;Merrow dari Irlandia dan SkotlandiaOceanidNereid, dan Naiaddari Yunani, ketiganya adalah Nymph air. Dalam dongeng dan cerita rakyat Eropa, ada makhluk yang wujudnya menyerupai puteri duyung disebut Melusine, berwujud wanita dari kepala sampai pinggang, sedangkan berwujud ikan dari pinggang ke bawah, dengan dua ekor yang bercabang atau kadang-kadang seperti ular. Di Jepang, jika manusia memakan daging puteri duyung, maka akan memperoleh keabadian. Dalam beberapa cerita rakyat di Eropa, puteri duyung dapat mengabulkan permohonan.
Pada tahun 1991, para ilmuwan juga telah menemukan fosil ikan duyung betina pertama yang masih utuh di dunia. Fosil itu menunjukkan, tingginya 160 cm, mulai dari bagian pinggang ke atas mirip manusia, bagian kepala berkembang baik, isi otaknya sangat besar, kedua tangan bercakar tajam, matanya sama seperti jenis ikan pada umumnya, tak berkelopak mata. Di bulan Agustus pada tahun yang sama, dua orang nelayan Amerika menemukan sebuah kerangka tulang belulang ikan duyung. (Harian Obor) dari Kuwait pada tanggal 24 Agustus 1980 melaporkan penemuan bangkai ikan duyung di pantai Laut Merah. Bentuk atas ikan duyung seperti ikan bagian bawah menyerupai tubuh wanita, sama seperti manusia mempunyai dua kaki dan sepuluh jari kaki.
Tahun 1962, sebuah kapal yang memuat para tentara dan ilmuwan di luar laut Kuba telah menangkap seorang bocah yang bisa berbahasa manusia, kulit menyerupai sisik ikan, berinsang, kepala mirip manusia, ekor mirip ikan. Duyung kecil tersebut menyebut dirinya berasal dari kota Atlantis, masih menceritakan kepada para peneliti bahwa di beberapa juta tahun lalu, daratan besar kota Atlantis melintangi benua Afrika dan Amerika Selatan, kemudian tenggelam. Manusia jenis ini masih tertinggal dan sekarang hidup di bawah laut, usianya mencapai 300 tahun. Kemudian duyung kecil tersebut dikirim ke sebuah lembaga riset rahasia di Laut Hitam, untuk diteliti secara mendalam oleh para ilmuwan.
Master Li Hongzhi, pada ceramahnya di Swiss dalam bukunya yang berjudul Falun Fofa (Darma Buddha dalam Falun) menyinggung soal keberadaan manusia duyung. “cTidak saja ada manusia di laut, tapi dalam ruang dimensi yang setingkat dengan kita ini pun ada munusia yang lainnya, manusia yang sama seperti kalian, masih ada lagi manusia yang tidak sama dengan kalian, sebut mereka pun boleh, tapi tidak pun tak apa-apa. Karena mereka mempunyai sejumlah kasih sayang tapi tidak memiliki hasrat seperti manusia biasa, sebab tubuh bagian bawahnya berbentuk kematerian, hanya di atas saja berbentuk tubuh manusia, oleh karena itu dia dapat melayang ke mana saja, berterbangan ke mana saja. Kebanyakan manusia di lautan termasuk manusia yang tersingkirkan oleh zaman yang berbeda di bumi sebelumnya. Ada juga manusia di bawah laut, ada yang kurang lebih sama seperti manusia, yang tubuh bagian atasnya manusia tapi bagian bawah adalah ikan, ada juga yang bagian atas ikan tapi tubuh bagian bawahnya manusia.”

Apapun cerita yang beredar, sebenarnya hak setiap orang untuk percay/tidak mempercayainya. Namun yang saat ini penting kita ketahui yaitu,  tidak ada perkiraan mengenai populasi Duyung di Sulawesi Utara.  Juga sangat sedikit yang diketahui mengenai perpindahan serta pola makannya.  Berdasarkan data-data yang ada, maka Duyung dapat dikategorikan sebagai binatang yang langka.  Jaring ikan merupakan ancaman besar bagi kelestariannya.  Ada beberapa insiden dimana Duyung tertangkap dalam jaring ikan, misalnya di lepas pantai Arakan-Wawantulap, Likupang, dan di sebelah timur Karakelang.  Sebagai tambahan, pembudidayaan rumput laut yang sekarang meningkat di Sulawesi Utara telah menjadi penghalang bagi Duyung untuk mencapai tempat-tempat mencari makannya.Sebagai mamalia laut, dugong sangat tergantung pada lamun (seagrass) yang merupakan habitat dan makanan alaminya. Dugong hanya memakan lamun, itupun hanya beberapa jenis di antaranya  Halodule sp., Halophile sp. dan Syringodium sp. Sementara penyebaran lamun ini hanya ada pada kawasan-kawasan tertentu, yang saat sekarang pun telah terjadi pengrusakan dan degradasi yang cukup serius. Sejak di keluarkannya Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Konservasi Flora dan Fauna yang dalam hal ini termasuk perlindungan Dogong dugon dan lamun (seagrass). Upaya perlindungan terus berjalan tidak maksimal.Banyak hal yang menghambat upaya konservasi itu sendiri di tambah dengan kurangnya infomasi tentang biologi dan ekologi dugong di Indonesia seakan membiarkan dengan pasti hilangnya dugong dari perairan Indonesia.  Sekarang pun dugong Indonesia laksana sejarah yang kita hanya dapat mendengarkannya dari cerita nelayan-nelayan dulu dan atau hanya melihatnya berenang statis pada gambar dan foto-foto di museum.











  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

4 komentar:

Anonim mengatakan...

hohohho aku sangat antusias dengan duyung apalagi duyung itu unik coba kalau kita manusia bisa merasakan kehidupan duyung pasti asyik hidup didunia duyung ya kalau itu memang benar bahwa dinyatakan kalo duyung itu memang ada

Anonim mengatakan...

KEBANYAKAN SERANG ANAK ANAK MENYUKAI DUYUNG APASALAHNYA KITA MENGIKTI MEREKA

Anonim mengatakan...

SERANG MAKSUDNYA SEORANG.MENGIKTI ADALAH MENGIKUTI

MarieZ mengatakan...

iya memang duyung itu ada ^^

Poskan Komentar