RSS

GO FU AAI 2010

GO FU AAI 2010
GO FU AAI merupakan kepanjangan dari Grand Opening Follow Up Asistensi Agama Islam yaitu (menurut saya) sebuah kegiatan pembukaan follow up dari program Asistensi Agama Islam yang telah berjalan satu semester. Sedangkan AAI sendiri merupakan program dari universitas yang merupakan bagian dari mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Bentuk dari program ini yaitu dalam satu prodi angkatan baru, mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok (tentunya putra dan putri dibedajkan), dalam setiap kelompok ditugaskan satu orang asisten yang berasal dari mahasiswa/i yang mengikuti kegiatan keagamaan di kampus. Setiap minggunya, diadakan peretemuan antara asisten dengan kelompok. Dalam pertemuan tersebut, asisten akan memberikan materi agama Islam. Namun sifat AAI ini lebih santai daripada kuliah. Pemberian materi dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai kesepakatan kelompok dengan asisten. AAI ini juga tidak hanya terbatas pemberian materi. Terkadang kelompok dengan asistennyapun mengadakan jalan-jalan bersama, makan bersama, dsb.
GO FU AAI 2010 diisi dengan acara utamanya yaitu lomba origami. Dalam menghadapi lomba tersebut, kelompok saya –dapat dikatakan- kurang bersemangat (karena padatnya jadwal kuliah kami). Hingga H-1 GO FU AAI, saat Nelista (ketua AAI kelompok saya) meminta pendapat kepada anggota kelompok mengenai obyek yang akan dibuat saat GO FU AAI nanti. Namun hingga malam harinya, kelompok saya belum mempunyai bayangan sama sekali mengenai benda apa yang akan kami buat saat hari H nanti. Kebetulan juga, tak ada satupun anggota kelompok saya –termasuk saya- yang memiliki keterampilan dalam bidang origami.
Akhirnya, tibalah hari itu. Hingga saat akan berangkatpun, saya tidak tahu harus membawa apa. Akhirnya saya putuskan membawa lem dan gunting (karena hanya itu yang ada di rumah saya). Singkat cerita, pukul sembilan kurang beberapa menit, anggota kelompok saya sudah berkumpul di lokasi. Tanpa diduga, ternyata salah satu dari kami, Berti, membawa peralatan yang diperlukan untuk acara hari itu, lengkap. .Ada beberapa bungkus kertas lipat, gunting, spidol, lem, selotip, kertas warna asturo. Huhh, Alhamdulillah. .
Sambil menunggu acara dimulai, kami (saya dan kelompok saya) membicarakan obyek yang akan dibuat nanti. Kebetulan, Marash (anggota kami) membawa kardus. Marash pun mengajukan sebuah ide untuk membuat miniatur ekosistem di mana nanti di dalamnya ada unsur hewan, manusia, dan tumbuhan. Kamipun menyetujuinya, karena memang kami tak memiliki ide lain.
Karena kemampuan kami yang terbatas di bidang origami, maka Berti dan Rina berinisiatif mencari materi origami di internet (meggunakan laptop Berti). Sementara itu saya dan Marash membuat origami katak –karena memang hanya itu yang bisa kami buat-, Palka merekatkan bahan-bahan yang perlu direkatkan, Nelis membuat bunga dan tanaman, Puput membuat rumput-rumputan, dan Dian membuat origami burung dan itik. Setelah Berti dan Rina mendapat materi dari internet, mereka segera mempraktekannya. Kami mengerjakan origami tersebut dengan sepenuh hati, meskipun kemampuan kami sangat minim. Kami sama seklai tidak memikirkan bagaimana dengan hasilnya nanti.
Satu setengah jam berlalu, itu artinya sebentar lagi waktu yang diberikan panitia untuk pengerjaan origami akan segera berakhir. Pekerjaan kami belum selesai dan kami belum memberi nama pada hasil pekerjaan kami. Lalu saya dan Marash mengusulkan nama “Ekosistem AAI” dan –meski dengan perdebatan kecil- teman-teman menyetujuinya.  Sementara itu, Rina dabn Nelis kembali berkutat dengan internet mencari ayat-ayat yang cocok dengan hasil pekerjaan tersebut (wow,, hebat mereka sampai memikirkan hal tersebut). MC mulai menyalakan micnya kembali dan mengumumkan bahwa waktu pengerjaan origami telah habis. Alhamdulillah. .pekerjaan kami telah selesai.
Setelah semua peserta mengumpulkan hasil karyanya, maka tentunya juri memerlukan waktu untuk memutuskan siapa pemenangnya, dan karena acara ini merupakan kegiatan keagamaan, maka acara selanjutnya diisi dengan tausiyah (biar lebih bermanfaat). 
Akhirnya, saat yang dinanti-nantipun tiba. .Pengumuman!
Kami tidak berharap banyak, karena menurut kami hasil kami pastilah jauh dari karakter pemenang. .
Juara 3 telah diumumkan, lanjut kejuara 2, dan akhirnya. .
"Juara pertama GO FU AAI 2010 Putri, diraih oleh. .nomor. .lima puluh. ."
Kami sudah tidak berminat mendengarnya, nomor depannya saja lima puluh, padahal waktu itu kami mendapat nomor peserta 30.
"Lima puluh. .dikurangi 20!" MC melanjutkan kata-katanya. Namun anggota kelompok akmi tidak mendengar lanjutan pengumuman dari MC tersebut, kecuali. .Palka!
Teman-teman yang lain tidak percaya saat dia berkata kelompo kamilah pemenangnya. .Untuk meyakinkan, saya mencoba bertanya teman sebelah, teman di depan saya, teman di serong saya, yah. .pokoknya yang bisa saya tanyain, hehe. .
dan ternyata memang benar, nomor 30lah pemenangnya. .Alhamdulillah, Subhanallah, Wallahuakbar! :)
Kami sama sekali tak menyangka, bagaimana bisa?
Tapi Allah Maha Kuasa. .Manusia wajib berusaha, Tuhan lah yang mentukan, bukankah begitu??Yang penting niat kami ikhlas (Insya Allah) menjalankan tugas tersebut. .
Palkapun maju untuk menerima hadiah dan selempang (dari karton). Setelah pengumuman, acarapun ditutup. .
Segera peserta meninggalkan ruangan, termasuk kami, karena kami sudah berjanji kepada mb.Indras (asisten AAI kami) akan mengadakan pertemuan AAI yang terakhir kali (di smt1) setelah acara GO FU AAI tsb.
Setelah keluar ruangan, peserta mengambil hasil karya masing-masing, kami melihat banyak sekali karya yang jauh lebih bagus daripada karya kami. Tapi kemudian seorang kakak asisten datang dan menjelaskan, penilaian bukan hanya berdasarkan keindahan, namun juga maknanya. Kakak itu bilang, filosofi dari karya kamilah yang bagus. .
Segera setelah beberapa saat berfoto ria bersama teman-teman dan juga hasil karya kami, kami menuju ke masjid NH untuk bertemu dengan mb.Indras. .Saat bertemu dengan mb.Indras, kami tidak langsung memberi tahu apa yang terjadi di GO FU AAI tsb. Baru setelah salat Dhuhur, saat mb.Indras menanyakan siapa pemenangnya, kami baru menerangkannya, Alhamdulillah, mb.Indras terlihat sangat senang. .Setelah itu, kami membuka hadiahnya-beberapa snack-dan kami menimatinya bersama-sama. .Hmm. .enak. .Kamipun memutuskan untuk memberikan hasil karya kami tsb kepada mb.Indras sebagai kenang-kenangan. 
Subhanallah, dari hal kecil tersebut saya belajar, selama kita optimis, tidak menyepelekan hal-hal kecil, dan niat melakukan sesuatu karena Allah, maka hasilnya tidak akan mengecewakan. .:)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Arif Budi Prasetyo mengatakan...

sip. .

Poskan Komentar